Review Buku The Poppy War, Kisah Perang yang Membosankan


Oke, jika kamu sudah siap-siap menggampar gue setelah baca judul review buku The Poppy War ini, tolong tahan sebentar.

Banyak orang menilai jika The Poppy War adalah buku yang penuh akan pujian. Tapi menurut gue, buku ini sangat membosankan.

Sumpah, baca buku karangan R.F. Kuang ini pegel banget. Kayaknya, kalau memang gue nggak mau tau gimana ending buku ini dibuat, gue bakal berhenti di tengah jalan.

Dan endingnya pun, yaa gitu deh.

Ada beberapa faktor yang bikin gue kenapa kurang suka dengan The Poppy War.

Pertama, pace ceritanya lambat dan membosankan. Buku ini dibuka dengan pengenalan tokoh utama Fang Runnin atau Rin, seorang bocah yatim piatu yang tinggal bersama keluarga Feng. Di sebuah desa miskin bernama Tikanny, Rin yang masih bocah dipaksa orang tua angkatnya bekerja sebagai kurir opium.

Suatu ketika, keluarga Feng hendak menjodohkan Rin dengan suadagar kaya yang berusia sepuh. Tentu, Rin menolak gagasan tersebut. Rin lantas mencoba lepas dari kekangan keluarga Feng sekaligus kabur dari pernikahan paksa tersbut. Caranya Rin mengikuti sebuah ujian sekolah bernama Ujian Keju. Jika ia berhasil lolos dari seleksi tersebut, Rin berkesempatan bersekolah di akademi militer elit di Kekaisaran Nikan yang bernama Sinnegard.

Singkat cerita, Rin berhasil lolos ujian tersebut. Kisahnya pun berlanjut ketika dirinya bersekolah di sana. Rin menyadari ternyata negaranya yang bernama Nikan sedang mengalami masa sulit akibat percobaan serangan yang dilakukan Mugen. Rin bertemu teman-teman yang memiliki kemampuan masing-masing. Dan Rin, yang pada awalnya cuma anak biasa ternyata menyimpan kekuatan yang tak terduga.


Kisah The Poppy War katanya sih diambil dari konflik peperangan antara Cina dan Jepang di masa lalu. Jepang coba menginvansi Cina melalui serangan brutal yang mengakibatkan banyak korban dari pihak Cina. Bahkan ada satu isi pulau berhasil dimusnahkan oleh tentara Jepang.

Bagi kamu yang mengikuti sejarah antara Cina dan Jepang, mungkin bakal nyambung dengan apa yang coba diberikan oleh R.F. Kuang pada bukunya. Di beberapa bagian, Kuang memetaforakan kejadain-kejadian aslinya menjadi sebuah cerita yang dapat diterima dalam The Poppy War.

Di buku ini mungkin kali pertama gue kurang suka dengan karakter utama. Petualangan Rin dari seorang bocah yatim piatu di desa kecil sampai menjadi ksatria yang rela mati kayak kurang dapat simpatik dari gue pribadi.

Di beberapa bagian, gue juga bingung ini maksudnya gimana itu maksudnya gimana. Apalagi setelah bahas dunia roh dewa. Aduh aduh pusing pala berbie.

The Poppy War memang bukan buku yang cocok untuk gue baca

1 comment for "Review Buku The Poppy War, Kisah Perang yang Membosankan"

  1. Wah...baru aja aku masukin The Poppy War ke list di Storytel. Coba ah nanti dengerin audiobook-nya apakah aku akan bosan juga dengan alur lambatnya.

    ReplyDelete