Pengalaman ke Umbul Bethek, Bayar Dua Ribu Bisa Berenang Sepuasnya



Ceritanya gue lagi pulang kampung ke rumah istri yang ada di Klaten, Jawa Tengah. Mumpung kerja lagi WFH dan bakal menghadapi libur natal dan tahun baru, tentunya jadi momen yang tepat buat mudik.

Klaten yang diapit oleh dua kota besar yaitu Yogyakarta dan Solo, dikenal sebagai kota yang memiliki banyak sumber mata air menyegarkan. Sumber mata air yang biasa disebut umbul ini, tersebar di berbagai daerah di Klaten. Umbul-umbul ini jadi daya tarik wisatawan luar kota.


Setelah beberapa kali mudik ke Klaten, akhirnya gue bisa berkunjung ke salah satu umbul di sana yaitu Umbul Bethek. Umbul yang pertama kali dibuka pada April 2021 ini terletak di wilayah Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Kurang lebih sekitar 6 kilometer dari pusat Kota Klaten, atau sekitar 13 menit perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.


Gue berangkat dari rumah ke Umbul Bethek sekitar jam 6 pagi. Pilihan ini diambil supaya ketika gue lagi berenang, tempatnya masih sepi banget. Bener aja, ketika sampai di sana, Umbul Bethek masih sangat sepi. Hanya ada dua orang yang sudah ada di kolam. Bahkan penjaga umbulnya masih sibuk menyapu di sekitar kolam. Btw, penjaga kolamnya ini rambutnya lurus dan panjang kayak model shampo Sunsilk.



Untuk tarif masuk ke Umbul Bethek pun terbilang sangat murah. Apalagi kalau dibadingkan ketika gue masuk ke kolam renang di Bogor. Minimal harus merogoh kocek sekitar 10 ribu. Di Umbul Bethek, harga tiket untuk setiap orang yang masuk adalah 2 ribu rupiah. 

Di Klaten uang 2 ribu bisa bikin basah sekujur tubuh, di Bogor uang 2 ribu bisa bikin basah sekujur tubuh karena degdegan kalau tiba-tiba ada kang parkir deteng dorongin motor. 


Bagi kamu yang ingin membawa mobil ke sana, gak perlu khawatir. Pasalnya, lahan parkir yang tersedia lumayan luas. Tarif parkirnya pun cuma 3 ribu rupiah saja. Murah banget kan!


Selain kolam renang, di Umbul Bethek juga terdapat sebuah pendopo besar. Ini cocok kalau kamu datang ke sana beserta rombongan yang cukup banyak. Bisa bersantai ria setelah berenang di bawah pendopo yang teduh dan asri.



Umbul Bethek yang dibangun di atas luas tanah sekitar 500 meter ini menyediakan banyak tempat duduk yang nyaman di pinggir kolam. Karena pas datang ke sana memang lagi sepi, gue bisa bebas memilih tempat duduk yang strategis.

Untuk urusan kolamnya sendiri, tedapat tiga bagian yang dibedakan oleh tinggi air. Kolam pertama untuk balita yang mungkin cuma 50cm. Lalu ada kolam kedua yang lebih dalam sekitar 1 meter, dan yang paling besar dan luas kolam untuk dewasa yang tinggi airnya kurang lebih 130cm.




Anak-anak yang berkunjung ke Umbul Bethek akan dimanjakan oleh beberapa fasilitas di kolam renangnya seperti perosotan, ban karet, dan rumah-rumahan kecil. 

Sejujurnya, datang ke Umbul Bethek adalah kali pertamanya gue berenang lagi setelah kuliah semester 4. Atau tahun 2014 lalu. Gue pernah ceritain momen berenang absurd gue di sini.


Kurang lebih dua jam, gue berenang di Umbul Bethek. Ini juga pertama kali gue berenang di kolam renang tanpa kaporit. Waktu di Bogor, gue lebih sibuk keselek air kaporit dari pada berenangnya. Nah di sini, karena emang airnya itu langsung dari mata air, jadi gue ngerasa lebih enak dan nyaman untuk berenang. Bahkan kalau airnnya ketelen pun kayaknya gak jadi masalah deh.



Umbul Bethek juga dilenkapi oleh 5 kamar mandi kalau gue nggak salah. Jadi, setelah selelai berenang dan pengin ganti baju, pengunjung nggak perlu rebutan kamar mandi yang tersedia lumayan banyak.


Dan ya, seru banget sih bisa berenang di mata air langsung kayak Umbul Bethek ini.


2 comments for "Pengalaman ke Umbul Bethek, Bayar Dua Ribu Bisa Berenang Sepuasnya"