Profil Arsen Zakharyan, Wonderkid Asal Rusia Paling Mencuri Perhatian



Nama Arsen Zakharyan perlahan mulai dibicarakan publik sepak bola. Meski masih berusia 18 tahun, ia digadang-gadang jadi penerus pemain besar Rusia di masa depan. Di musim ini, Arsen Zakharyan mampu membawa Dynamo Moscow duduk di peringkat dua klasemen Russian Premier League (RPL) dengan menorehkan 4 gol dan 5 assist dari 15 laga yang dimainkan. Tak salah, mulai banyak klub-klub top Eropa yang menginginkan jasanya.

Lantas, siapa sebenarnya Arsen Zakharyan? Mengapa publik Dynamo Moscow dan Rusia begitu menaruh harapan banyak kepadanya? Simak ulasan profil Arsen Zakharyan berikut ini.

1. Lahir dari Keluarga Pengungsi Perang Nagorno-Karabakh


Keluarga Arsen Zakharyan merupakan korban dari perang Nagorno-Karabakh yang berkecamuk di wilayah perbatasan Negara Armenia dan Azerbaijan. Tak mau menerima teror dari perang tersebut, akhirnya orang tua Zakharyan hijrah dari Armenia ke Samara, salah satu kota di Rusia.

Di kota tersebut Arzen Zakharyan lahir dan tumbuh besar sekaligus jadi tempat pertamanya dalam menimba ilmu sepak bola bersama Krylia Sovetov dari tahun 2008 hingga 2016.

2. Tercium Pencari Bakat Dynamo Moscow

Berjarak sekitar 1.000 km dari tenggara kota Moskow, talenta Arsen Zakharyan akhirnya tercium tim pencari bakat klub Dynamo Moscow. Di usia 14 tahun, Zakhrayan resmi jadi bagian tim junior Dynamo Moscow.

Hanya butuh 2 tahun baginya untuk menembus tim Dynamo-2 Moscow, tim kedua Dynamo Moscow yang jadi wadah para pemain akademi sebelum bermain di tim utama.

Musim 2020/21, Arsen Zakharyan sukses menciptakan 8 gol dan 5 assist dari 15 laga yang dimainkan bersama Dynamo-2 Moscow.

3. Bersinar Bersama Dynamo Moscow

Bekas pelatih Mainz 05, Sandro Schwartz, yang baru ditunjuk melatih Dynamo Moscow bulan Oktober 2020, langsung kepincut dengan permainan Arsen Zakharyan.

1 November 2020, Arsen Zakharyan dipromosikan ke tim utama untuk menjalani debut sebagai pemain pengganti dalam pertandingan Russian Premier League melawan FC Tambov.

Di pertandingan ketiganya melawan FC Akhmat Grozy, Arsen Zakharyan mendapat kesempatan mengisi line up Dynamo Moscow dari menit pertama. Kepercayaan itu dibayar tuntas oleh penampilan cemerlang Zakharyan. 

Ia berhasil membuat satu gol untuk membawa Dynamo Moscow menang 2-1. Ia sekaligus jadi pemain termuda ketiga yang bisa mencetak gol di Russian Premier League setelah Aleksandr Kokorin dan Pyotr Nemov.

Meski masih berusia 17 tahun, Zakharyan bisa tampil konsisten sepanjang sisa pertandingan RPL musim 2020/21. Ia terpilih sebagai pemain terbaik bulan Februari dan Maret 2021 pilihan fans. Di akhir musim, Arsen Zakharyan didaulat sebagai pemain U-21 terbaik musim 2020/2021.

Kehebatan Arsen Zakharyan masih berlanjut di musim 2021/22. Hingga artikel ini ditulis, Zakharyan mampu mengemas 4 gol dan 5 assist dari 15 laga.

4. Terpilih Dalam 60 Pemain Muda Terbaik versi The Guardian Tahun 2020

Pengakuan talenta besar Arsen Zakharyan bukan hanya didapatkan oleh publik Rusia. The Guardian pun turut mengapresiasi bakat Zakharyan dengan memilihnya sebagai salah satu dari 60 pemain muda terbaik tahun 2020.

Jika menengok kemampuan Arsen Zakharyan dalam mengolah si kulit bundar, ditambah kemampuan membaca pertandingan serta mampu bermain di segala posisi di lini tengah membuatnya memang layak disebut-sebut sebagai wonderkid atau pemain muda dengan talenta yang menjanjikan.

5. Karir di Timnas

Memiliki darah Armenia dari kedua orang tuanya, membuat masyarakat Armenia menginginkan Zakharyan bermain bagi negaranya. Zakharyan dianggap sebagai pemain terbaik yang mampu menggantikan sosok Henrikh Mkhitaryan. Namun, Zakharyan lebih memilih negara kelahirannya, Rusia.

Pada 15 Maret 2021, Arsen Zakharyan terpilih sebagai bagian skuad Rusia di Euro U-21 2021. Ia tercatat sebagai pemain termuda di tim rusia dengan usia masih 17 tahun. Di pertandingan pembuka turnamen melawan Islandia, Arsen Zakharyan menorehkan satu gol sekaligus menciptakan rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Euro U-21.

Arsen Zakharyan hampir jadi bagian tim Rusia yang berlaga di Euro 2020. Sayangnya, ia harus menjalani operasi amandel di waktu yang berdekatan dengan persiapan tim sehingga kesempatan bermain bersama timnas senior harus pupus.

Baru pada 1 September 2021 Arsen Zakharyan resmi merasakan berseragam Timnas Rusia ketika berhadapan dengan Kroasia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Di usia 18 tahun, 3 bulan, 5 hari, Zakharyan menjadi pemain outfield termuda yang pernah bermain di Timnas Rusia sepanjang sejarah mengalahkan Alan Dzagoev.

Melihat apa yang telah dilakukan Arsen Zakharyan di usia 18 tahun, sudah lebih dari cukup bukti jika klub-klub top Eropa bakal mati-matian mengejarnya. Namun, andai tidak hati-hati dan buru-buru pindah ke klub besar, akan memiliki dampak negatif. Seperti menit bermain yang lebih sedikit dibanding saat bermain bersama Dynamo Moscow.

Patut disimak akan seperti apa karir Arsen Zakharyan ke depannya

Post a Comment for "Profil Arsen Zakharyan, Wonderkid Asal Rusia Paling Mencuri Perhatian"